
Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada peserta didik, yang mana perilaku tersebut salah satu yang sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit frambusia, sosialisasi diadakan pada Jumat, 26 Juli 2024 di SDIT Permata.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Tebing Tinggi Bapak Husni Mubarak, S.Ag, M.Pd.I, Kepala UPT Puskesmas Alahair Dr. Vera Alendra, Kepala SDIT Permata Ustazah Widi Astuti, S.Ag, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, dan tenaga kesehatan UPT Puskesmas Alahair.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi frambusia, PHBS, dan kantin sehat. Sosialisasi frambusia dijelaskan oleh Dr. Emilia. Frambusia adalah jenis penyakit kulit menular menahun yang kambuhan, disebabkan oleh kuman Treponema pertenue. Gejala awalnya berupa benjolan kecil-kecil di kulit yang tidak sakit dengan permukaan basah tanpa nanah. Penyakit ini merupakan suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi.


Faktor Penyebab Frambusia
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penularan frambusia antara lain:
- Lingkungan kumuh, hangat, dan lembap. Penularan tinggi pada musim penghujan.
- Jarang mandi.
- Bergantian menggunakan pakaian yang sama dengan orang lain atau jarang berganti pakaian.
- Luka terbuka atau adanya penyakit kulit seperti kudis, bisul, dapat menjadi tempat masuk.
Cara Penularan
- Secara langsung: kontak dengan penderita frambusia yang tidak diobati.
- Secara tidak langsung: melalui benda atau serangga, misalnya memakai pakaian yang terkontaminasi dan lalat.
Gejala frambusia meliputi:
- Pertumbuhan tunggal, gatal, seperti raspberry (mother yaw) pada kulit, biasanya di kaki atau bokong, yang akhirnya membentuk kerak kuning tipis.
- Pembengkakan kelenjar getah bening (kelenjar bengkak).
- Ruam yang membentuk kerak coklat.
- Sakit tulang dan sendi.
- Benjolan atau luka yang menyakitkan pada kulit dan telapak kaki.
- Pembengkakan dan perubahan bentuk wajah (pada frambusia lanjut).

Pengobatan Frambusia
Pengobatan penderita dan kontak dilaksanakan secara profesional sesuai kode etik kedokteran. Penanganan penyakit frambusia tergolong mudah, tapi harus diberikan secepatnya. Jika Anda merasa mengalami gejala frambusia, segera periksakan diri ke dokter.
Cara Mencegah Frambusia
- Hindari kontak dengan orang yang Anda curigai memiliki frambusia.
- Jagalah kebersihan diri dengan mandi pakai sabun setiap hari.
- Segera obati jika ditemukan penderita.
- Cuci pakaian setiap habis dipakai dan tidak bergantian dengan pakaian bekas dipakai penderita.
- Semua orang yang pernah kontak dengan penderita tidak boleh terlewatkan untuk mendapatkan pengobatan.



Powered by Froala Editor


